vclass undip telah diluncurkan
telah diluncurkan portal e-learning baru di Universitas Diponegoro yang dikenal dengan virtual class (kelas maya) yang bisa diakses dari http://vclass.undip.ac.id dengan browser kesayangan anda.
hasil kreasi mahasiswa teknik elektro konsentrasi informatika dan komputer ini memungkinkan mahasiswa mengakses perkuliahan dari internet untuk bertatap muka langsung dengan dosen melalui fasilitas video/audio conferencing, mengupload dan mendownload berkas perkuliahan, tugas-tugas, dan lain2 serta melakukan chat dengan sesama peserta perkuliahan.
dengan adanya sistem ini diharapkan menjadi paradigma baru sistem perkuliahan sehingga dapat mendukung perkembangan pendidikan di dunia akademis khususnya di Universitas Diponegoro.
pemilu oh pemilu
mungkin bener kata temenku… pemilu dari kata dasar pilu dengan awalan pe yang berarti menyebabkan pilu… partai golput yang sukses dengan sebagian besar suara menunjukkan kepercayaan rakyat yang sangat rendah pada pemerintah. sebenarnya ini sudah sangat terprediksi melihat sikap ketua KPU yang koar2 bahwa “semua baik-baik saja” sementara berbagai masalah mulai dari DPT hingga surat suara yang rakyat gak mungkin tutup mata akan kenyataan di lapangan…
partai pemerintah yang notabene melakukan pelanggaran kampanye terbanyak justru melejit dengan melambungkan nama presiden yang sedang berkuasa… dan ternyata, pelanggaran regulasi justru banyak dilakukan di pihak penyelenggara itu sendiri. banyaknya surat suara rusak dan salah kirim dipaksakan untuk dipakai. caleg2 kacangan dengan nomor urut pinggiran pun sangat dirugikan. mereka sebagai downline terbawah dalam MLM Politik ini yang harus menanggung biaya kampanye dari utang kanan kiri harus merelakan suara pendukung mereka diserahkan ke partai gara2 nama mereka nggak muncul di surat suara. nggak heran ratusan caleg stres karena kebodohan mereka sendiri yang terhasut upline2 gk bertanggung jawab di MLM Politik…
dan sekarang yang paling memalukan adalah, perhitungan suara dihentikan padahal belum tuntas semua. lalu gimana nasib desa-desa yang belum terhitung suaranya?? kampung-kampung yang belum ter-rekap datanya??
benar-benar pemilu terburuk sepanjang sejarah…
bila pemilu banyak yang golput…
yang jelas kepercayaan rakyat terhadap pemerintah benar2 rendah. dan tidak pula para oposisinya, rakyat yang semakin bosan akan berbagai bualan yang saling menjelekkan, saling menjatuhkan…
dan bila benar terjadi, suara golput melebihi 50% dari jumlah pemillih…
apa yang akan terjadi??
pemilu ulang?? buat apa, toh hasilnya akan sama aja…
sosialisasi ulang baru dilakukan pemilu ulang?? selain boros biaya, hal ini hanya akan menjadi angin segar bagi partai2 yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kampanye terselubung…
dibiarkan saja? dengan konsekuensi lembaga legislatif dihapuskan saja dari negri ini dan langsung pilpres… kalo bisa gini setuju aku… ^^
sudah capek sama orang2 yang pada tidur pas sidang, yang ngathong di sana-sini, yang pungli di sana-sini, yang buang2 duit rakyat dan masih aja terima suap…
bangsa ini kaya, tapi bukan untuk di hambur2kan kayak gini…
ingat, pilih yang bener, jangan golput!!!
jangan biarkan duit bangsa ini dimainkan pihak2 yang gk bertanggung jawab…
jangan pilih partai yang kemarin ngasi kamu duit buat milih mereka!!!
jangan pilih partai yang kemarin mbenerin jalan di depan rumahmu!!!
jangan pilih partai yang posternya ada di SEKOLAH, di RUMAH SAKIT, di MUSHOLLA, MESJID, dan di tempat2 lain yang TABU untuk kampanye!!!
jangan pilih partai yang demo turun kejalan sambil bawa bendera partai!!!
jangan pilih partai yang bagi2 beras tapi di bungkusnya ada logo partai!!!
jangan pilih partai yang nyewa PSK besar2an pas ngadain pertemuan DPP, DPC, atau DP2 yang lain!!!
kampanye aja gak bener, gimana nanti kalo udh menjabat, duduk leyeh2 di sofa pakai safari…
situs gerindra unavailable hehehe
iseng2 buka situs partai, eh nemu halaman gini…
no offense ya, cuman iseng… Read more »
semarang… i’m coming
gi nunggu pesawat di bandara sukarno hatta, tiket GIA244 sudah ditangan, gerbang boarding di depan mata. perjalanan dari tebet mayan memakan waktu, 1,5jam di jalan tak terasa karenan lamunan akan apa yang menantiku di semarang sana… gerimis ringan membasahi cengkareng dan sekitarnya. awan tebal tampak di atas sana… akankah delay?? ato bahkan di cancel?? hanya Allah yang tahu…
sementara di seberang sana, seorang sahabat mengabarkan hujan deras sedang membasahi semarang, angin dan petir ikut mengiringi… di laptop ini, kepentingan ribuan orang tersimpan rapi pada direktori /var/lib/mysql, /var/www, dan banyak hal tentangku di /home/nu
teringat aku akan telepon mama pagi tadi, papa sudah cuci darah tempo hari, dan saat ini masih dirawat di paviliun garuda RS dr Kariyadi… mama sengaja tidak mengabarkan sejak kemarin2, beliau hanya berpesan “tugasnya diselesaikan dulu, dan cepat pulang”
dengan suara datar yang sangat jelas terasa tangis yang berusaha disembunyikannya…
hati ini entah ada dimana, jiwa ini entah ada dimana, mungkin di bangku plastik yang sedang kududuki, mungkin di pesawat yang hendak membawaku pulang, mungkin di rumah sakit, di tembalang, atau tertinggal di tebet tempatku mencurahkan tenaga dan pikiran 4 hari terakhir… siapa yang tau perjalanan ini berakhir dimana… aku bahkan tak ingat kapan kumulai perjalanan ini…
sementara ini yang bisa kutulis disini…
dan semoga masih ada tulisan-tulisan lain di blog ini nantinya…
Ya Allah, mudahkan perjalananku…
pesan dari pak onno
Ini surat saya yang sempat saya kirim kan ke beberapa Redaksi
kalau bisa di bantu buat masuk ke surat pembaca nuhun pisan.
isinya sbb:
Jakarta, 2 Maret 2009
Redaksi Yth.
Dengan Hormat,
Microsoft tampaknya melakukan monopoli di Republik Indonesia.
Saya bersama istri saya berkunjung ke Megabazar di JHCC pada tanggal 1 Maret 2009. Kami dengan terpaksa membatalkan niat kami untuk membeli netbook / laptop dengan prosesor Atom. Praktis semua netbook / laptop dengan prosesor Atom yang kami temui telah di bundel / pre-install dengan Microsoft & harga yang harus di bayar sudah termasuk Microsoft di dalam-nya. Artinya, pembeli dipaksa untuk membayar Microsoft bersama netbook tersebut tidak peduli walaupun tidak akan digunakan.
Paling tidak untuk Netbook, tidak ada toleransi bagi mereka yang ingin menggunakan open source di laptop-nya, kita semua harus membayar sistem operasi Mircosoft yang sudah terbundel. Bayangkan jika terjual ribuan laptop / bulan, artinya bangsa Indonesia harus membayar beberapa milyard rupiah / bulan ke Microsoft padahal tidak digunakan oleh penggunanya. Padahal jelas-jelas Pemerintah Indonesia sudah mencanangkan “Indonesia, Go Open Source!”
Hal ini tampaknya merupakan pelanggaran terhadap UU 5/1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Besar harapan saya teman-teman di redaksi dapat menayangkan hal ini di surat pembaca surat kabar anda. Semoga dapat menggugah teman-teman di KPPU, Menteri Pedagangan, MENKOMINFO dan MENRISTEK untuk melihat lebih jauh tentang kasus ini.
Jakarta, 1 Maret 2009
Hormat Saya,
Onno W. Purbo, Ph.D
Penulis Teknologi Informasi
Tembusan:
Ketua KPPU
Menteri Perdagangan
Menteri Komunikasi dan Informasi
Menteri Negara Riset dan Teknologi
LFE 2009
Linux For Education 2009 (LFE 2009) adalah sebuah kegiatan yang diadakan dengan tujuan untuk mensosialisasikan open source, khususnya linux. Acara ini akan berlangsung selama 3 hari dari Rabu-Jum’at, pada tanggal 25,26 dan 27 februari 2009. Acara dengan tema “Linux, Solusi Cerdas Pendidikan” ini diselenggarakan di Solo (daerah eks-karesidenan surakarta) meliputi Solo, Sragen, Karang Anyar,Sukoharjo, Wonogiri, Klaten dan Boyolali. Materi-materi yang telah dipersiapkan panitia, adalah sebagai berikut:
Hari Pertama
1. Instalasi Linux, Troubleshooting dan Aplikasi Open Sources. dalam dunia islam
Pembicara : Rusmato (Majalah InfoLinux, Yayasan Penggerak Linux Indonesia)
2. Pemanfaatan Open Office
Pembicara : Harindra Wisnu ( Ketua Ubuntu Semarang )hhhhh
3. Aplikasi Linux Dalam Pelajaran KImia.
Pembicara : Bp.Agung Sugiharto ( Dosen Jurusan teknik kimia UMS )
Hari Kedua
1. Workshop LInux dalam Pelajaran Matematika
Pembicara : Bp.Husni Tamrin ( Dosen Tehnik Informatika UMS )
Hari Ketiga
1. Ngeblog Bareng
Pembicara : Bp.Suyadi ( IT Perpustakaan UMS )
Kegiatan ini diadakan oleh Gos-Eltrums/MUGOS Universitas Muhammadiyah Surakarta atau FOSS-ID Solo sebagai HELPDESK-nya Wong Solo
Pemilu sebagai ajang bisnis
anda beli 10.000 per biji, dan dijual 15.000, ato biar cepet laku pasang aja harga 30.000 tapi beli satu gratis satu, itulah bisnis…
apapun barangnya, yang penting mendatangkan keuntungan. itulah pebisnis sejati. tak beda dengan suara. kita bisa beli suara rakyat dengan kaos, stiker, bahkan rokok… katakanlah tiap satu suara berharga 100.000, nggak usah muluk2 ngebet jadi anggota dewan, yang penting jual popularitas. kalo bisa menekan pengeluaran sekecil mungkin, misal satu suara 10.000 ajak temen2, ajak sodara2, suruh nyoblos diri sendiri… bahkan keluarga dan temen2 anak istri dbawa semua. dengan iming-iming kalau terpilih nanti saya akan ini-itu, kalau jadi anggota dewan nanti saya akan ini-itu…
itu janjinya, kalo jadi, kalo kepilih, kalo suara yang didapat memenuhi kuota…
padahal, memang dari awal tidak ada niat duduk di kursi dewan melainkan hanya bisnis…
apakah dengan tidak memenuhi kuota lalu jadi pecundang??
apakah dengan tidak dapat kursi lalu kalah begitu saja??
tidak… dalam kampanye sama sekali tidak ada rugi…
suara yang terkumpul masih bisa dijual. ke siapa?? siapa lagi kalo bukan calon2 kaya yang juga gagal memenuhi kuota, tapi ngebet jadi dewan…
jadi jangan dipikir dengan mencentang wajah ibu2 yang peduli anak2nya, mencentang mahasiswa yang masih berjiwa idealis, mencentang pak guru, mencentang om, pakde, ato siapa aja yang orang baik2 dan anda pikir mereka bisa mengemban suara rakyat…
jangan dipikir dengan mencentang mereka lalu anda merasa aman dan sudah melakukan hal yang baik…
tapi coba DIPIKIR!!!
suara anda akan mereka “JUAL” kemana??
benar, calon2 tidak terkenal yang akan anda centang pada pemilu nanti itu tidak lain hanya mencadi pengecer suara yang akan “DIJUAL” ke petinggi2 di partai mereka, calon koruptor2 periode berikutnya…
coba direnungkan…
Indonesia Masih Negara Kaya
Indonesia negara kaya, semua orang tahu klisse ini. tapi apa benar ini cuma klisse?? hehe, kalo yang udh tahu tahan ketawanya ya… Indonesia sebenernya kaya, sangat kaya sekali… bahkan banyak negara yang bergantung pada negri ini…
jangan remehkan bangsamu, jangan tertawakan negrimu hingga kamu tau faktanya…
kalo mau bukti, embargo aja ekspor impor dari dan ke Indonesia… dijamin, beberapa negara pasti gulung tikar…
dan rumor harta karun bung karno yang sempat merebak, itu sebenarnya nyata…
bukan mistis atau gaib, melainkan benar2 ada pos dana abadi yang selalu berputar di tangan-tangan rakyat Indonesia… bahkan kalau mau, gk perlu tunggu lama kita bisa melunasi semua hutang2 masa orde baru dalam waktu yang singkat dengan otoritas presiden tentunya… hanya saja tak banyak yang tahu, dan tak banyak yang berani bicara di masyarakat umum…
kenapa kita tidak tahu?? kenapa kita tidak menggunakan dana itu untuk segera memulihkan bangsa??
pemimpin-pemimpin bangsa ini tidak bodoh, mereka tahu pasti kualitas rakyat Indonesia…
kalau dana itu segera digerakkan dan memperkaya seluruh lapisan rakyat Indonesia, bisa bubar negara ini…
masyarakat perlu dididik untuk bekerja keras, kita perlu melompat untuk mengejar ketertinggalan SDM dari negara2 maju… agar pengeluaran dana itu tidak sia2…
kalo kondisi rakyat masih seperti sekarang, y bayangin aja kere nemu emas sebongkok…
paling2 abis di hape, rumah, dan mobil… gk akan bertahan lama harta itu langsung abis…
tapi kalau anak2 Indonesia saat ini yang terlahir di tengah keterbatasan, penuh semangat juang dan prestasi…
bukan gk mungkin 10.000 jadi sejuta dalam sehari…
inilah yang ditunggu para pemimpin bangsa ini untuk menunjukkan pada dunia siapa bangsa ini sebenarnya…
videotron di jalan pemuda
selasa, 13 Januari 2009 ini aku mengamati sebuah videotron di jalan pemuda. ada cuplikan video yang sedang ditayangkan disana. berkisah di salah satu jalan protokol di semarang, dimana ada seorang pengguna jalan mengendarai suzuki carry berwarna biru metalik. pengemudi tersebut nampak terburu-buru dan tak menghiraukan lampu merah di hadapanya. seorang polisi yang bertugas jaga di persimpangan jalan tersebut menghentikanya dan meminta pengemudi itu menunjukkan surat-suratnya dan diminta menuju pos polisi yang tidak jauh dari situ. disana pengemudi tersebut mengomel, dengan alasan ini-itu yang terlambat lah, yang buru-buru lah, dan lain sebagainya. dengan sabar sang polisi mengeluarkan buku surat tilang, lalu memungut secarik kertas dari kantongnya. di atas kertas tersebut ditulislah beberapa hal, dan dilipatnya lalu diserahkan pada pengemudi tersebut. Read more »

