bulan separo di muzdalifah
Mentari telah terbenam kala rombonganku tiba di arofah… Malam itu, 8 Dulhijah 1428 udara tak sedingin madinah, namun tak sepanas mekah. Sedikit penat masih tersisa, ihrom di badan menjadi teman malam itu. Dua lembar kain ini menghangatku dari hembusan angin gurun pasir, menahan tubuh di atas bebatuan, memberikan rasa nyaman untuk beristirahat sejenak malam itu. Menanti mentari yang kan membuka hari arafah tahun ini. Read more »

